Nyaris Bentrok Fisik Masyarakat Dengan Security PT.A.Abadi

Bengkalis (Talang Muandau), Tribunriau - Bentrok Fisik antara masyarakat dengan security PT.Arara Abadi nyaris terjadi, akibat ulah sekitar...


Bengkalis (Talang Muandau), Tribunriau - Bentrok Fisik antara masyarakat dengan security PT.Arara Abadi nyaris terjadi, akibat ulah sekitar 100 orang security perusahaan yang memaksa masyarakat, keluar dari dalam area tersebut, di Dusun Pematang Gonting, Desa Koto Pait Beringin, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis, Selasa (22/09/20) pagi.





Dimana, pada pagi hari sekitar pukul 08.00 Wib, Sudarta selaku Humas PT.AA Resort Minas membawa sekitar 100 Security yang datang dengan mobil patroli serta mobil truk mengangkut bibit tanaman Ekalyptus ke lokasi/tempat masyarakat yang sudah mengolah lahan kebun warisan dari nenek moyang mereka, diklaim oleh pihak PT.RAL/PT.AA termasuk dalam kawasan lahan perusahaan.Para security dengan kasarnya menarik tangan hingga membawa masyarakat keluar dari area lahan kebun mereka.





Namun, masyarakat berjumlah hanya 15 orang (karena temannya yang lain banyak tidak dilokasi, red) yang bernaung di Gapoktan (gabungan kelompok tani) Desa Koto Pait Beringin, Kecaatan Talang Muandau itu, tetap bertahan dan megadakan perlawanan hingga nyaris adu fisik.





Pada saat itu, Sekretaris Desa Koto Pait Beringin, Firdaus sedang melihat kejadian itu, dan langsung menghubungi via HP Kepala Seksi Trantib Kecamatan Talang Muandau, Khairul dan tidak begitu lama bersama Camat Nasrizal pun turun ke lokasi kejadian.





Dilokasi, pihak masyarakat dan perusahaan ditengahi Camat Nasrizal didampingi Khairul dan Firdaus, menegaskan agar penanaman ditunda, lalu diarahkan untuk dilakukan musyawarah, dan disepakati hari Kamis tanggal 24 September 2020 di kantor Camat Talang Muandau.Dan akhirya, kedua belah pihak yang bertikai membubarkan diri.











Ditempat terpisah Camat Talang Muandau mengatakan, kalau dirinya selaku pihak pemerintah tidak membela antara keduabelah pihak, oleh karena itu saya harus mengambil sikap untuk memusyawarahkan terlebih dahulu, dan mengundang instasi terkait yaitu, Kapolsek Pinggir, Danramil, pengurus Gapoktan, dan dinas kehutanan," tutup Nasrizal.





Kemudian salah satu perwakilan masyarakat Faisol mengatakan, kalau lahan itu yang sudah dikuasai dan dikelola oleh kelompok mereka selama ini, adalah merupakan lahan warisan dari nenek moyang mereka.





"Dari datuk, mertuaku, hingga kami anak menantu, enak kali PT.Arara Abadi mau menanam di tanah kami, kami mohonkan pihak Pemerintah Kabupaten Bengkalis beserta aparat penegak hukum, agar melihat sejarah tanah ini, bagaimana yang sebenarnya.Janganlah kami orang kecil ini diinjak-injak hak-hak kami,"ungkapnya dengan kesal.











"Salah satu teman kami, di atas pinggang sebelah kiri belakang, memar karena terkena kayu, ketika pihak security mengangkat kayu tempat duduk/tidur di gubuk, dan sudah diobati di Puskesmas," ungkapnya lagi. (jlr/Silalahi).


Related

Semesta Riau 2232314663289822154




Terhangat Minggu Ini

Terbaru

item